{"id":1589,"date":"2022-12-27T08:27:53","date_gmt":"2022-12-27T08:27:53","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=1589"},"modified":"2022-12-27T08:27:56","modified_gmt":"2022-12-27T08:27:56","slug":"ibu-pertiwi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/ibu-pertiwi\/","title":{"rendered":"Ibu Pertiwi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Lagu &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; adalah lagu nasional yang menceritakan tentang bangsa dan kekayaan alam Indonesia. Kata &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; merupakan personifikasi dari Indonesia dan Nusantara. Lagu ini kerap dinyanyikan para pelajar, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah, hingga perayaan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lagu tersebut sudah masyhur dikenal sebagai lagu nasional yang memuat nilai patriotisme. Lagu ini kerap diputar di lingkup pendidikan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan kekayaan alam Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan lagu &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; menggambarkan kondisi alam Indonesia pada masa sekarang ini. Kata &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; dalam lagu tersebut bermakna tanah airku, tanah tumpah darahku, tempat berlindung, hutan, gunung sawah dan lautan, simpanan kekayaan, sebagaimana dinyatakan Sri Suparmiatun dan Rahmat Rais dalam Prosiding Upgris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, lagu &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; juga mengandung dua nilai penting, yaitu karakter religius dan nilai peduli lingkungan. Pertama, nilai karakter religius terkandung pada lirik \u201cMerintih dan berdoa\u201d. Kedua, nilai karakter peduli lingkungan terkandung pada lirik \u201cEmas intanmu terkenang\u201d, \u201cHutan gunung sawah lautan\u201d, \u201cSimpanan kekayaan\u201d, dan lirik \u201cKini ibu sedang susah\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/tirto.id\/lirik-lagu-kulihat-ibu-pertiwi-dan-maknanya-gmqx\">https:\/\/tirto.id\/lirik-lagu-kulihat-ibu-pertiwi-dan-maknanya-gmqx<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/sumut\/pesan-menyentuh-di-balik-lagu-ibu-pertiwi-asteriska-ajak-manusia-peduli-pada-bumi.html\">https:\/\/www.merdeka.com\/sumut\/pesan-menyentuh-di-balik-lagu-ibu-pertiwi-asteriska-ajak-manusia-peduli-pada-bumi.html<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagu &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; adalah lagu nasional yang menceritakan tentang bangsa dan kekayaan alam Indonesia. Kata &#8220;Ibu Pertiwi&#8221; merupakan personifikasi dari Indonesia dan Nusantara. Lagu ini kerap dinyanyikan para pelajar, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah, hingga perayaan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus setiap tahunnya. Lagu tersebut sudah masyhur dikenal sebagai lagu nasional [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":1590,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"content_type":[23],"class_list":["post-1589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","content_type-artikel"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1591,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1589\/revisions\/1591"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1589"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=1589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}