{"id":1879,"date":"2023-01-02T07:03:49","date_gmt":"2023-01-02T07:03:49","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=1879"},"modified":"2023-01-02T07:03:53","modified_gmt":"2023-01-02T07:03:53","slug":"barempuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/barempuk\/","title":{"rendered":"Barempuk"},"content":{"rendered":"<p>Barempuk adalah permaian khas rakyat Sumbawa yang digelar sebagai ungkapan rasa senang dan syukur atas hasil panen yang diperoleh warga. Barempuk dilakukan di pematang sawah saat acara panen raya. Barempuk berarti saling <em>rempuk<\/em> atau saling memukul antara dua orang laki-laki yang besar dan kekuatannya berimbang dengan masing-masing mengepalkan tangkai bulir padi yang telah dipotong di sawah. Pada 2020, Kemendikbud menetapkan permainan rakyat khas Sumbawa ini sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/1001indonesia.net\/barempuk-permaian-rakyat-sebagai-wujud-syukur-atas-hasil-panen\/\"><em>https:\/\/1001indonesia.net\/barempuk-permaian-rakyat-sebagai-wujud-syukur-atas-hasil-panen\/<\/em><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Barempuk adalah permaian khas rakyat Sumbawa yang digelar sebagai ungkapan rasa senang dan syukur atas hasil panen yang diperoleh warga. Barempuk dilakukan di pematang sawah saat acara panen raya. Barempuk berarti saling rempuk atau saling memukul antara dua orang laki-laki yang besar dan kekuatannya berimbang dengan masing-masing mengepalkan tangkai bulir padi yang telah dipotong di [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":1880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"content_type":[23],"class_list":["post-1879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-permainan-tradisional","content_type-artikel"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1881,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1879\/revisions\/1881"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1879"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=1879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}