{"id":1931,"date":"2023-01-02T09:45:06","date_gmt":"2023-01-02T09:45:06","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=1931"},"modified":"2023-01-02T09:45:09","modified_gmt":"2023-01-02T09:45:09","slug":"marapu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/marapu\/","title":{"rendered":"Marapu"},"content":{"rendered":"<p>Marapu adalah sebuah agama asli Nusantara yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Agama ini merupakan sistem keyakinan yang berdasarkan kepada pemujaan arwah-arwah leluhur. Dalam bahasa Sumba, arwah-arwah leluhur disebut Marapu yang artinya adalah \u201cyang dipertuan\u201d atau \u201cyang dimuliakan\u201d. Itulah sebabnya agama yang mereka anut juga disebut Marapudan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Marapu juga nama sebuah organisasi penghayat kepercayaan yang didaftarkan pada tahun 1982. Umumnya, para pemeluk kepercayaan ini juga mengenal konsep surga seperti Islam dan Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>Ajaran marapu percaya bahwa orang meninggal nantinya akan pergi ke Prai Marapu. Tempat tersebut digambarkan sebagai tempat yang sangat indah. Di mana tempat berkumpulnya para arwah nenek moyang mereka yang sudah tiada.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Marapu<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marapu adalah sebuah agama asli Nusantara yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Agama ini merupakan sistem keyakinan yang berdasarkan kepada pemujaan arwah-arwah leluhur. Dalam bahasa Sumba, arwah-arwah leluhur disebut Marapu yang artinya adalah \u201cyang dipertuan\u201d atau \u201cyang dimuliakan\u201d. Itulah sebabnya agama yang mereka anut juga disebut Marapudan.&nbsp; Marapu juga nama sebuah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":1932,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"content_type":[23],"class_list":["post-1931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kepercayaan","content_type-artikel"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1931"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1933,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1931\/revisions\/1933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1931"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=1931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}