{"id":1937,"date":"2023-01-02T09:58:02","date_gmt":"2023-01-02T09:58:02","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=1937"},"modified":"2023-01-02T09:58:06","modified_gmt":"2023-01-02T09:58:06","slug":"permalim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/permalim\/","title":{"rendered":"Permalim"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Permalim adalah kepercayaan di Indonesia yang dianut oleh suku Batak di Sumatera Utara, Para penghayat aliran kepercayaan ini disebut sebagai seorang Parmalim. Parmalim sebagian besar tersebar&nbsp; di kawasan sekeliling Danau Toba, seperti Samosir, Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, dan Simalungun. Parmalim juga menyebar di daerah dengan populasi Batak lainnya, seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Dairi, dan Pakpak Bharat. Parmalim meyakini satu Tuhan sebagai pencipta alam semesta, disebut sebagai Mulajadi Nabolon<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permalim juga memiliki pemimpin, dan saat ini dipimpin oleh Raja Marnangkok Naipospos. Hingga saat ini pun kepercayaan ini masih terus menjalankan ritual serta aktivitas keagamaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para penganut kepercayaan ini disebut \u201cUmat Ugamo Malim\u201d. Sedangkan Debata Mula Jadi Na Bolon adalah Tuhan yang mereka percaya sebagai pencipta alam semesta, bumi, beserta seisinya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permalim adalah kepercayaan di Indonesia yang dianut oleh suku Batak di Sumatera Utara, Para penghayat aliran kepercayaan ini disebut sebagai seorang Parmalim. Parmalim sebagian besar tersebar&nbsp; di kawasan sekeliling Danau Toba, seperti Samosir, Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, dan Simalungun. Parmalim juga menyebar di daerah dengan populasi Batak lainnya, seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":1938,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"content_type":[23],"class_list":["post-1937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kepercayaan","content_type-artikel"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1937"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1939,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1937\/revisions\/1939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1937"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=1937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}