{"id":2342,"date":"2023-02-13T08:12:25","date_gmt":"2023-02-13T08:12:25","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=2342"},"modified":"2023-03-23T09:54:16","modified_gmt":"2023-03-23T09:54:16","slug":"memacu-adrenalin-dengan-menonton-karapan-sapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/memacu-adrenalin-dengan-menonton-karapan-sapi\/","title":{"rendered":"Memacu Adrenalin dengan Menonton Karapan Sapi"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2343\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi-300x200.jpg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi-768x512.jpg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi-391x260.jpg 391w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Karapan-Sapi.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Joki memacu sapinya pada lomba karapan sapi di Stadion Karapan Sapi RP Moh Noer, Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (16\/10\/2022). Lomba karapan sapi yang memperebutkan Piala Presiden itu diikuti 24 pasang sapi dari sejumlah daerah di Madura. ANTARA FOTO\/Didik Suhartono\/foc.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tradisi Karapan Sapi merupakan perlombaan pacuan sapi yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Madura. Beberapa kota di Madura menggelar tradisi Karapan Sapi pada bulan Agustus atau September dan finalnya diadakan pada akhir September atau Oktober. Biasanya pertandingan final Karapan Sapi diadakan di bekas Kota Karesidenan Pamekasan untuk memperebutkan piala bergilir Presiden yang saat ini telah berganti menjadi piala Gubernur.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah kemunculan Karapan Sapi ada banyak versi namun versi yang banyak dipercaya yakni terkait kondisi tanah di Madura yang kurang subur. Dengan kondisi itu, maka masyarakat Madura banyak yang memilih untuk menjadi nelayan atau beternak sapi daripada menjadi petani. Lantas bagi masyarakat peternak, sapi-sapi itu juga dimanfaatkan untuk membajak sawah atau ladang. Dalam salah satu versi, sejarah Karapan Sapi disebut berkaitan dengan seorang ulama Sumenep bernama Syekh Ahmad Baidawi alias Pangeran Katandur<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau memperkenalkan cara bercocok tanam dengan sepasang bambu yang ditarik oleh dua ekor sapi. Awalnya Karapan Sapi ini digelar untuk memperoleh sapi kuat yang bisa membajak sawah namun seiring berjalannya waktu Karapan Sapi ini menjadi ajang perlombaan hingga saat ini. Dalam perkembangannya, Karapan Sapi dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pada lingkup perlombaan dan panjang lintasan. Berikut adalah jenis Karapan Sapi yang ada di Madura:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\">\n<li>Kerrap Keni<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Kerrap Keni atau Karapan Kecil adalah nama untuk salah satu jenis Karapan Sapi. Kerrap Keni digelar di tingkat kelurahan atau kecamatan dengan lintasan pacu sepanjang 100 meter. Pemenang Kerrap Keni akan mendapatkan hak untuk mengikuti Karapan Sapi di tingkat yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kerrap Rajah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kerrap Rajah atau Karapan Besar adalah ajang berkumpulnya juara Kerrap Keni yang lingkupnya berada di tingkat kabupaten atau kota, untuk panjang lintasan Karapan Sapi jenis ini mencapai 120 meter.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kerrap Gubeng<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bisa juga disebut Kerrap Karesidenan karena dilaksanakan di tingkat eks Karesidenan Madura. Peserta dalam Kerrap Gubeng ini merupakan para pemenang dari Kerrap Rajah. Karapan Sapi jenis ini diselenggarakan pada hari Minggu sebagai acara puncak untuk mengakhiri musim karapan. Selain ketiga jenis tersebut, masih ada beberapa jenis Karapan Sapi lain seperti Kerrap Onjangan atau Undangan dan Kerrap Ajar-ajaran atau latihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/surabaya.kompas.com\/read\/2022\/03\/02\/155350778\/karapan-sapi-dari-madura-sejarah-makna-aturan-dan-cara-bermain?page=all\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id\/Repositorys\/karapan_sapi\/\n<\/div><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tradisi Karapan Sapi merupakan perlombaan pacuan sapi yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Madura. Beberapa kota di Madura menggelar tradisi Karapan Sapi pada bulan Agustus atau September dan finalnya diadakan pada akhir September atau Oktober. Biasanya pertandingan final Karapan Sapi diadakan di bekas Kota Karesidenan Pamekasan untuk memperebutkan piala bergilir Presiden yang saat ini telah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[102,32,136],"content_type":[],"class_list":["post-2342","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pertunjukan","tag-pertunjukan","tag-bknpdiperjuangan","tag-karapansapi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2342"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2479,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2342\/revisions\/2479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2342"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=2342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}