{"id":2397,"date":"2023-02-16T08:38:01","date_gmt":"2023-02-16T08:38:01","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=2397"},"modified":"2023-02-16T08:38:03","modified_gmt":"2023-02-16T08:38:03","slug":"tradisi-barapan-kebo-di-sumbawa-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/tradisi-barapan-kebo-di-sumbawa-barat\/","title":{"rendered":"TRADISI BARAPAN KEBO DI SUMBAWA BARAT"},"content":{"rendered":"<p>Madura mempunyai tradisi <em>karapan sapi<\/em> yang telah sangat terkenal, Sumatera Barat mempunyai\u00a0<em>pacu jawi<\/em>\u00a0sebagai tradisi, tak ketinggalan Pulau Sumbawa juga memiliki\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0yang menjadi kebanggaan masyarakatnya. Tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat,\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0telah mengakar dan menjadi tradisi yang selalu dinantikan keberlangsungannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"855\" height=\"570\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Barapan_kebo_biasa_diadakan_sesaat_sebelum_atau_sesudah_panen.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2398\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Barapan_kebo_biasa_diadakan_sesaat_sebelum_atau_sesudah_panen.jpg 855w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Barapan_kebo_biasa_diadakan_sesaat_sebelum_atau_sesudah_panen-300x200.jpg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Barapan_kebo_biasa_diadakan_sesaat_sebelum_atau_sesudah_panen-768x512.jpg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Barapan_kebo_biasa_diadakan_sesaat_sebelum_atau_sesudah_panen-391x260.jpg 391w\" sizes=\"auto, (max-width: 855px) 100vw, 855px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kemeriahan akan selalu tercipta saat\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0diadakan. Para pemilik kerbau dengan antusias mendatangkan kerbau pilihan untuk ditandingkan dengan kerbau lainnya. Biasa diadakan sebelum dan setelah musim panen,\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0merupakan wujud rasa syukur masyarakat Sumbawa\u00a0kepada Yang Maha Kuasa, sekaligus menjadi cara untuk menggemburkan tanah. Selain itu,\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0juga menjadi penyambung silaturahmi masyarakat Sumbawa terhadap sesama dengan berbagi kebahagiaan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"855\" height=\"570\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kerbau_yang_dilombakan_dibedakan_berdasarkan_umur_dari_1_sampai_5_tahun.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2399\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kerbau_yang_dilombakan_dibedakan_berdasarkan_umur_dari_1_sampai_5_tahun.jpg 855w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kerbau_yang_dilombakan_dibedakan_berdasarkan_umur_dari_1_sampai_5_tahun-300x200.jpg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kerbau_yang_dilombakan_dibedakan_berdasarkan_umur_dari_1_sampai_5_tahun-768x512.jpg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kerbau_yang_dilombakan_dibedakan_berdasarkan_umur_dari_1_sampai_5_tahun-391x260.jpg 391w\" sizes=\"auto, (max-width: 855px) 100vw, 855px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kerbau yang dilombakan dibedakan berdasarkan umur, dari 1 sampai 5 tahun<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tradisi yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Sumbawa ini dilaksanakan di area sawah yang telah dipilih. Setiap kerbau yang menjadi peserta dibedakan berdasarkan umur, mulai kelas TK sampai kelas dewasa. Umur kerbau biasa mulai dari 1 tahun hingga 5 tahun \u2013 ketika kerbau telah menapaki usia dewasa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/indonesiakaya.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Inilah_kumpulan_kerbau_unggulan_yang_siap_bertanding_di_barapan_kebo.jpg\" alt=\"Inilah kumpulan kerbau unggulan yang siap bertanding di <i&gt;barapan kebo<\/i&gt;\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Iring-iringan kerbau yang menandakan\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0akan segera dimulai<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat diadakannya\u00a0<em>barapan kebo<\/em>, masyarakat Sumbawa dan sekitarnya akan berbondong-bondong menyaksikan jalannya perlombaan. Serunya pertandingan menjadi tontonan yang sangat menarik. Apalagi, area persawahan yang berlumpur kadang membuat wajah para joki menjadi hitam terkena lumpur dan ini sangat ditunggu oleh para penggemar\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0karena mengundang gelak tawa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/indonesiakaya.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Suasana_masyarakat_di_Sumbawa_menyaksikan_tradisi_barapan_kebo.jpg\" alt=\"Suasana masyarakat di Sumbawa menyaksikan tradisi <i&gt;barapan kebo<\/i&gt;\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Suasana masyarakat di Sumbawa menyaksikan tradisi\u00a0<em>barapan kebo<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tugas joki di area\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0tidak hanya mengendarai kerbau. Kecepatan dan cara menyeimbangkan tubuh dalam mengendarai kerbau untuk mengenai\u00a0<em>saka<\/em>\u00a0juga hal yang tak mudah dilakukan.\u00a0<em>Saka<\/em>\u00a0yang merupakan tongkat kayu ditancapkan di salah satu sudut sawah menjadi tonggak para joki untuk bisa menjatuhkan atau mengenai\u00a0<em>saka<\/em>\u00a0dalam waktu sesingkat-singkatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Peserta\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0tidak mengincar hadiah yang diberikan,\u00a0<em>Barapan Kebo<\/em>\u00a0lebih menjadi arena pertaruhan harga diri dan martabat. Belum lagi harga kerbau yang melonjak tinggi jika berhasil menjadi juara. Bayangkan saja, harga seekor kerbau bisa naik menjadi Rp100 juta. Luar biasa, bukan?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/indonesiakaya.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Harga_diri_dan_martabat_seorang_joki_akan_naik_saat_memenangkan_lomba_barapan_kebo.jpg\" alt=\"Harga diri dan martabat seorang joki akan naik saat memenangkan lomba <i&gt;barapan kebo<\/i&gt;\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Harga diri dan martabat seorang joki akan naik saat memenangkan lomba\u00a0<em>barapan kebo<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Barapan kebo<\/em>\u00a0ini menjadi salah satu tradisi masyarakat Sumbawa dan kekayaan khasanah tradisi nusantara. Sudah menjadi tanggung jawab generasi muda untuk mencintai budaya sendiri agar tradisi seperti\u00a0<em>barapan kebo<\/em>\u00a0tidak hilang ditelan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : sumbawakab.go.id\/barapan-kebo<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Madura mempunyai tradisi karapan sapi yang telah sangat terkenal, Sumatera Barat mempunyai\u00a0pacu jawi\u00a0sebagai tradisi, tak ketinggalan Pulau Sumbawa juga memiliki\u00a0barapan kebo\u00a0yang menjadi kebanggaan masyarakatnya. Tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat,\u00a0barapan kebo\u00a0telah mengakar dan menjadi tradisi yang selalu dinantikan keberlangsungannya. Kemeriahan akan selalu tercipta saat\u00a0barapan kebo\u00a0diadakan. Para pemilik kerbau dengan antusias mendatangkan kerbau pilihan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":2403,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[13,1],"tags":[154,102,155,30,32,40,52],"content_type":[],"class_list":["post-2397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebudayaan","category-uncategorized","tag-barapankebo","tag-pertunjukan","tag-sumbawa","tag-bkn-pdi-perjuangan","tag-bknpdiperjuangan","tag-pdi-perjuangan","tag-tradisi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2397"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2404,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2397\/revisions\/2404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2397"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=2397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}