{"id":2522,"date":"2023-03-26T05:57:47","date_gmt":"2023-03-26T05:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=2522"},"modified":"2023-03-26T05:57:49","modified_gmt":"2023-03-26T05:57:49","slug":"bincang-rumah-tangga-nabi-muhammad-saw-dari-romantisme-nabi-sampai-bahas-poligami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/bincang-rumah-tangga-nabi-muhammad-saw-dari-romantisme-nabi-sampai-bahas-poligami\/","title":{"rendered":"Bincang Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW: Dari Romantisme Nabi sampai Bahas Poligami"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n\n\n\n<p>Program Inspirasi Buka BKN PDI Perjuangan Episode 3<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan berumah tangga tentu kita menginginkan rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Wujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (samawa), artinya rumah tangga yang tenang, penuh, kasih dan rahmat, tidak lepas dari peran seorang istri yang tidak hanya cantik, ataupun rajin beribadah. Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita bahwa seorang istri, haruslah saling menghargai, memaklumi, dan taat pada suami.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan itu disampaikan penasihat Hadramaut Center Indonesia Habib Syafiq bin Ali Ridho BSA, yang menjadi narasumber dalam serial \u2018Lenong Menunggu Buka Puasa 2023\u2019 ditayangkan oleh akun Youtube BKN PDI Perjuangan menjelang berbuka puasa, Jumat, 25 Maret 2023.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2523\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-300x169.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-768x432.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cIngin rumah tangga yang romantis harus bisa memaklumi, mendukung dan patuh kepada suami. Kan enak jadi istri soleha. Nabi bilang, istri yang soleha itu bukan yang cantik, bukan yang rajin ibadah terus, bukan. Istri soleha itu adalah isteri yang kalau dilihat suami, maka suaminya itu jadi senang dan bahagia. Yang kaya gini baru jadi istri soleha,\u201d kata Habib Syafiq.<\/p>\n\n\n\n<p>Habib Syafiq juga menjelaskan untuk membangun keluarga yang harmonis kita harus mencontoh Nabi Muhammad. Bagaimana sih kehidupan rumah tangga Rasulullah? Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita agar suami istri harus saling menghargai dan memaklumi. Oleh sebab itu, perlu adanya saling menghargai antara suami dan istri, dan kemudian menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bersama tanpa harus membicarakannya kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2524\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-25-at-20.05.27-1.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cKalau punya masalah itu diselesaikan berdua. Jangan sampai kalau ada masalah, berceritanya pada orang-orang. Coba duduk bareng tanya sebabnya, cari titik temunya, insya Allah dapat keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,\u201d urai Habib Syafiq.<\/p>\n\n\n\n<p>Habib Syafiq menuturkan, isteri Nabi Muhammad SAW pun layaknya manusia biasa. Pasti pernah ngambek dan cemburu. \u201cItu hal yang wajar. Asal jangan berlebihan. Tetap husnudzon atau berprangsaka baik pada suami,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia pun menegaskan bahwa Nabi selalu bersikap romantis pada isterinya. \u201cPerhatian beliau pada isteri-isterinya bukan main. Sangat luar biasa. Romantis bukan berarti memberikan bunga, mengucapkan I love you atau saranghaeyo tiap hari. Romantisme rumah tangga itu bisa dijalin kalau saling mengasihi, menyayangi, dan memaklumi satu sama lain,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbincangan Habib Syafiq dengan Kepala BKN PDI Perjuangan DKI Jakarta Shalimar Anwar Sani juga membahas terkait poligami. Habib Syafiq menjelaskan, soal poligami harus dilihat sesuai konteksnya. Pada zaman Nabi Musa, laki-laki diwajibkan berpoligami. Hal itu karena jumlah pria kalah jauh dibandingkan jumlah perempuan, mengingat pembunuhan pada bayi laki-laki yang pernah dilakukan Firaun. Sebaliknya, di ajaran Nabi Isa melarang poligami.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAjaran Nabi Muhammad SAW bisa dikatakan ada di tengah di antara ajaran para pendahulunya. Terkait poligami, Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah membawa syariat yang terbaik, dengan cara yang sangat adil dan luar biasa,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ajaran Nabi Muhammad menyatakan sesungguhnya seorang laki-laki boleh menikahi lebih dari satu isteri asalkan mampu bersikap adil. \u201cKalau kalian tidak mampu berlaku adil maka cukup satu saja. Karena kalau lebih dari satu isteri tapi tidak mampu berbuat adil, jadi dosa,\u201d demikian Habib Syafiq menggarisbawahi ajaran Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n\n\n\n<p>Learn More<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Eps. 3 | Meneladani Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW | Habib Syafiq bin Ali Ridho BSA\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/3oYybueC9rI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Ikuti Terus Program Lenong Menunggu Buka Puasa BKN PDI Perjuangan \ud83e\udd1f\ud83c\udffc<\/p>\n\n\n\n<p>Tayang Setiap Hari<br>Selama Bulan Ramadan<br>Pukul 17.00 WIB<br>di Akun Youtube BKN PDI Perjuangan<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Inspirasi Buka BKN PDI Perjuangan Episode 3 Dalam kehidupan berumah tangga tentu kita menginginkan rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Wujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (samawa), artinya rumah tangga yang tenang, penuh, kasih dan rahmat, tidak lepas dari peran seorang istri yang tidak hanya [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2523,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[165,1],"tags":[80,167,30,32,40,166],"content_type":[],"class_list":["post-2522","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi-ramadhan","category-uncategorized","tag-bknpdiperjuangan-2","tag-1444-h","tag-bkn-pdi-perjuangan","tag-bknpdiperjuangan","tag-pdi-perjuangan","tag-ramadan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2525,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2522\/revisions\/2525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2522"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=2522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}