{"id":2667,"date":"2023-04-08T18:54:23","date_gmt":"2023-04-08T18:54:23","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=2667"},"modified":"2023-04-08T18:54:26","modified_gmt":"2023-04-08T18:54:26","slug":"rano-karno-ingatkan-jangan-kampanye-di-rumah-ibadah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/rano-karno-ingatkan-jangan-kampanye-di-rumah-ibadah\/","title":{"rendered":"Rano Karno Ingatkan Jangan Kampanye di Rumah Ibadah"},"content":{"rendered":"<p>Press Release<\/p>\n\n\n\n<p>Program Lenong Menunggu Buka Puasa 2023<\/p>\n\n\n\n<p>BKN PDI Perjuangan<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Program Inspirasi Buka Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode 16 Kampanye dalam Masjid | KH. Taufik Damas, Lc.<\/p>\n\n\n\n<p>=======================<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Rano-karno-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2670\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Rano-karno-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Rano-karno-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Rano-karno-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Rano-karno-1-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Rano-karno-1.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Rumah ibadah sebagai tempat umat beragama untuk menunaikan ibadah tak jarang dijadikan sebagai tempat untuk kampanye politik. Hal ini jelas-jelas merupakan sesuatu yang tidak boleh dilakukan, tak terkecuali di masjid. Penegasan itu disampaikan oleh Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Rano Karno dalam serial \u2018Lenong Menunggu Buka Puasa 2023\u2019 yang ditayangkan akun Youtube BKN PDI Perjuangan menjelang Berbuka Puasa Hari Keenam Belas pada Jumat (07\/04\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Rano yang tampil bersama Kepala BKN PDI Perjuangan DKI Jakarta Shalimar Anwar Sani mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki tahun politik, mendekati musim kampanye Pileg, Pilpres, dan Pilkada 2024. \u201cJangan sampai ada yang kampanye di rumah ibadah. Hati-hati, jangan sampai kampung kita bobol,\u201d kata Gubernur Banten 2014-2017 itu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/rano-karno-3-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2671\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/rano-karno-3-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/rano-karno-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/rano-karno-3-768x432.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/rano-karno-3-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/rano-karno-3.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemeran \u2018Si Doel\u2019 ini menegaskan, jangan sampai umat beragama di tanah air dipecah belah. \u201cMau apapun agamanya, mau pilih siapa silakan, deh, silakan. Tapi jangan sampai kita dipecah belah. Kalau duren sih dipecah belah enak,\u201d kata Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olah raga ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita kan sudah sepakat, tidak boleh kampanye di rumah ibadah. Kalau memang sedang ada Majelis Taklim, ya sudah ngomongin soal Majelis Taklim saja. Ini tak hanya berlaku di musholla, tapi juga di gereja dan tempat-tempat ibadah lain. Ibadah ya ibadah aja, deh. Dilarang kampanye!\u201d kata politisi PDI Perjuangan yang mengawali karir politiknya sebagai Wakil Bupati Tangerang dan berlanjut sebagai Wakil Gubernur Banten ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendapat senada disampaikan Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH. Taufik Damas Jakarta. Taufik Damas menyampaikan bahwa orang yang masuk ke tempat ibadah merupakan orang beradab. Adanya perbedaan partai politik, ataupun pilihan politik menjelang pesta demokrasi tidak boleh boleh dibawa ke tempat ibadah karena tempat ibadah merupakan tempat untuk bersatu dalam ketakwaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang namanya tempat ibadah itu tempat yang sakral. Tempat buat orang beribadah, mensucikan diri, ngecharge spiritualituas. Karena itu, tempat ibadah apapun tidak boleh dipakai untuk kampanye politik,\u201d ungkap pengasuh program &#8220;Artis Bertanya Kiai Menjawab&#8221; di TVNU ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Ulama 49 tahun ini menenekankan, orang yang masuk tempat ibadah itu kan beradab. \u201cKalau dalam konteks politik ada yang partai A, partai B, nanti begitu pilpres yang masuk ada pendukung nomor 1, nomor 2. Nah, ketika mereka masuk ke tempat ibadah itu, tempat mereka bersatu dalam ketakwaan. Jangan malah dibelah,\u201d ungkap Taufik Damas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam bahasa arab masjid itu disebut j\u0101mi, artinya menyatukan orang. jadi begitu masuk dalam masjid orang itu harus bersatu apapun partainya, apapun afiliasi politiknya, apapun dukungannya, walaupun beda kelas ekonomi, Pendidikan Bersatu di dalam masjid,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya soal politik, analogi ini berlaku juga di hal ekonomi. \u201cMungkin bicara politik boleh, tapi kampanye politik tidak boleh. Sama dengan orang bicara ekonomi di masjid, dalam rangka meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat, boleh saja. Tapi kita dagang siomai di dalam tempat ibadah, ya tidak boleh,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Taufik Damas mengisahkan, Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan pesan-pesan politik di masjid, namun hal ini dalam konteks politik nilai yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang beradab.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ngomong politik itu boleh, kampanye politik itu tidak boleh. Nabi Muhammad itu dulu tentu menyampaikan pesan-pesan politik, tapi politik beliau itu kan politik nilai, membangun masyarakat yang beradab,&#8221; lanjut kiai lulusan Jurusan Akidah dan Filsafat&nbsp; Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Taufik Damas juga menuturkan bentuk pesan politik nilai yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengubah nama kota Yathrib menjadi Madinah. Hal ini dilakukan saat Ia hijrah dari Mekkah ke Madinah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKata Madinah ini dalam Bahasa Arab disebut Tamadun memiliki makna budaya dan peradaban. Makna inilah yang menjadi visi dan misi-Nya untuk meningkatkan kesadaran budaya dan meningkatkan kesadaran berkeadaban dalam masyarakat,\u201d jelasnya. Ciri kesadaran budaya dan kesadaran berkeadaban itu ada dua, yakni mencintai llmu pengetahuan dan menghormati segala bantuk perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Quran tepatnya Surat At Taubah ayat 107-108 bahkan menyebut bahwa Nabi Muhammad pernah dilarang Allah masuk ke masjid dhirar, \u2018masjid yang berbahaya\u2019, karena di masjid itu ada kampanye politik, caci-maki, fitnah, serta hoaks yang memiliki kecenderungan membelah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau di dalam politik, kita tidak bisa menghindarkan diri dari keberpihakan. Biarkan perbedaan ini ada di luar masjid. Begitu masuk masjid, semua harus disatukan. Semua tempat ibadah harus steril dari kampanye politik, karena umat pasti pilihannya beda. Persaudaraan itu lebih penting daripada soal dukung mendukung,\u201d tegas Ketua Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Learn More<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Eps. 16   | Kampanye dalam Masjid | KH. Taufik Damas, Lc.\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oVX22BQxbAQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>==========================<\/p>\n\n\n\n<p>Ikuti Terus Program Lenong Menunggu Buka Puasa BKN PDI Perjuangan \ud83e\udd1f\ud83c\udffc<\/p>\n\n\n\n<p>Tayang Setiap Hari<\/p>\n\n\n\n<p>Selama Bulan Ramadan<\/p>\n\n\n\n<p>Pukul 17.00 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>di Akun Youtube BKN PDI Perjuangan<\/p>\n\n\n\n<p>#PDIPerjuangan<\/p>\n\n\n\n<p>#BKNPDIPerjuangan<\/p>\n\n\n\n<p>#InspirasiBukaPuasa<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Press Release Program Lenong Menunggu Buka Puasa 2023 BKN PDI Perjuangan Program Inspirasi Buka Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode 16 Kampanye dalam Masjid | KH. Taufik Damas, Lc. ======================= Rumah ibadah sebagai tempat umat beragama untuk menunaikan ibadah tak jarang dijadikan sebagai tempat untuk kampanye politik. Hal ini jelas-jelas merupakan sesuatu yang tidak boleh [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":2669,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[165],"tags":[167,32,157,40,166],"content_type":[],"class_list":["post-2667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi-ramadhan","tag-1444-h","tag-bknpdiperjuangan","tag-inspirasiramadhan2023","tag-pdi-perjuangan","tag-ramadan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2667"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2672,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2667\/revisions\/2672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2667"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=2667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}