{"id":2767,"date":"2023-04-19T09:13:47","date_gmt":"2023-04-19T09:13:47","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=2767"},"modified":"2023-04-19T09:13:55","modified_gmt":"2023-04-19T09:13:55","slug":"itikaf-mendekat-pada-allah-untuk-lebih-mengenal-diri-kita-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/itikaf-mendekat-pada-allah-untuk-lebih-mengenal-diri-kita-sendiri\/","title":{"rendered":"I\u2019tikaf, Mendekat pada Allah untuk Lebih Mengenal Diri Kita Sendiri"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.33-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2768\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.33-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.33-300x169.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.33-768x432.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.33-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.33.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Program Lenong Menunggu Buka Puasa Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode 26 I&#8217;tikaf Ramadan | KH. Muhammad Syauqi Zainuddin MZ<\/p>\n\n\n\n<p>Berdiam diri dalam masjid dengan niat beribadah pada Allah SWT menjadi salah satu anjuran dalam upaya menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Berdiam diri atau i&#8217;tikaf ini memiliki makna tersendiri dalam momen penuh berkah ini, mengingat keutamaan dan pahalanya. I&#8217;tikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dikerjakan saat bulan Ramadhan. Ibadah ini merupakan salah satu amalan yang rutin dilakukan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW terutama ketika memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Uraian itu disampaikan dai nasional KH.Syauqi Zainuddin MZ dalam acara Program Lenong Betawi Menunggu Buka Puasa Episode 26 yang ditayangkan akun Youtube Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Senin (17\/4\/2023).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.31-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2769\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.31-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.31-300x169.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.31-768x432.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.31-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-04-17-at-16.54.31.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Syauqi, secara bahasa i&#8217;tikaf diartikan sebagai berdiam diri, sedangkan konteks i\u2019tikaf secara agama adalah berdiam diri dan lebih mendekat diri kepada Allah, seperti yang dilakukan Baginda Nabi ketika 10 hari terakhir di bulan Ramadhan,<br>\u201cSelama bulan Ramadhan, Nabi banyak menghabiskan waktunya di masjid daripada di rumah,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Putera dai sejuta umat K.H. Zainuddin MZ itu menjelaskan bahwa I\u2019tikaf berarti menggunakan waktu 10 hari terakhir di Bulan Ramadan untuk salat, membaca Al-Quran, berdzikir dan berdoa, serta menunaikan ibadah sunnah lainnya. Bukan dengan menghabiskan waktu ke mall, bergosip, dan melakukan hal-hal yang tidak berkenan di Bulan Ramadhan. \u201cDalam waktu 10 hari terakhir ini kita juga bisa melakukan Qadho Sholat kita yang ketinggalan selama puasa, karena i\u2019tikaf adalah sunnah,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pria kelahiran 30 April 1979 ini mengungkapkan contoh yang disampaikan Baginda Nabi bahwa sebaik-baiknya manusia harus lebih baik dari kemarin. Jangan kita melakukan ibadah hanya rutinitas ritual saja, yang membuat kita tidak lagi menemukan esensi dari ibadah yang dilakukan. \u201cMakanya banyak orang yang rajin sholat tapi banyak juga melakukan dosa. Di sinilah penting bagi kita melakukan i\u2019tikaf,\u201c kata KH.Syauqi Zainuddin MZ.<br>Ia menuturkan, i\u2019tikaf bukan berarti berdiam diri saja namun I\u2019tikaf yang wajib dilakukan baik di masjid ataupun di rumah pada saat Ramadan yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Bang Haji Kiki -sapaan akrabnya- menyampaikan, alangkah baiknya i\u2019tikaf dilalkukan sehabis tarawih dalan 10 hari terakhir Ramadan. Kiai Syauqi menegaskan, jangan kita menjadikan momen Ramadan sebagai perlombaan pada awal puasa orang berlomba-berlomba ber i\u2019tikaf ke masjid kemudian pertengahan Ramadan masjid mulai kosong. Dan akhirnya, di ujung Ramadan masjid benar-benar menjadi kosong, karena kita terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi. \u201cSesungguhnya kita beri\u2019tikaf itu bukan Allah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan Allah,\u201d kata pencetus \u2018Gerakan Wakaf Sejuta Al Qur\u2019an ini.<\/p>\n\n\n\n<p>KH.Syauqi Zainuddin MZ juga menambahkan bahwa hakikat dari i\u2019tikaf adalah kita perlu mengenal individu kita secara pribadi. Jika kita tidak mengenal diri kita maka kita tidak akan kenal siapa Tuhan kita. Kita juga harus tahu hakikat hidup kita, kenali diri kita, dengan mengetahui darimana kita berasal, di mana kita sekarang dan kemana kita akan kembali?<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita perlu mengembalikan nilai-nilai keimanan, karena hakikat hidup kita sudah ditulis dalam Al-Quran, tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Jadi, kita yang membutuhkan Allah, bukan Allah yang membutuhkan kita,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bang Haji Kiki menutup program Buka Nersama dengan mengingatkan bahwa sesungguhnya hakekat i\u2019tikaf adalah mendekatkan diri kepada Alla. \u201cJjangan sampai kita lupa tujuan kita diciptakan oleh Allah. Kita perlu mengenal diri kita secara pribadi dan tumbuhkan keyakinan kita terhadap Allah melalui i\u2019tikaf kita,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Lihat selengkapnya di Youtube BKN PDI Perjuangan<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Eps. 26 | I&#039;tikaf Ramadan | KH. Muhammad Syauqi Zainuddin MZ\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/W_Ui5-3itCc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Ikuti Terus Program Lenong Menunggu Buka Puasa BKN PDI Perjuangan \ud83e\udd1f\ud83c\udffc<\/p>\n\n\n\n<p>Tayang Setiap Hari<\/p>\n\n\n\n<p>Selama Bulan Ramadan<\/p>\n\n\n\n<p>Pukul 17.00 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>di Akun Youtube BKN PDI Perjuangan<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Lenong Menunggu Buka Puasa Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode 26 I&#8217;tikaf Ramadan | KH. Muhammad Syauqi Zainuddin MZ Berdiam diri dalam masjid dengan niat beribadah pada Allah SWT menjadi salah satu anjuran dalam upaya menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Berdiam diri atau i&#8217;tikaf ini memiliki makna tersendiri dalam momen penuh berkah ini, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2770,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[165,1],"tags":[80,102,167,30,32,157,40,166,52],"content_type":[],"class_list":["post-2767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi-ramadhan","category-uncategorized","tag-bknpdiperjuangan-2","tag-pertunjukan","tag-1444-h","tag-bkn-pdi-perjuangan","tag-bknpdiperjuangan","tag-inspirasiramadhan2023","tag-pdi-perjuangan","tag-ramadan","tag-tradisi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2767"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2771,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2767\/revisions\/2771"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2767"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=2767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}