{"id":3244,"date":"2024-05-25T19:03:56","date_gmt":"2024-05-25T12:03:56","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=3244"},"modified":"2024-05-25T19:07:59","modified_gmt":"2024-05-25T12:07:59","slug":"ibu-megawati-nilai-walau-ada-anomali-di-pilpres-2024-bukanlah-solusi-bila-pemilihan-langsung-diganti-ke-pemilihan-di-mpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/ibu-megawati-nilai-walau-ada-anomali-di-pilpres-2024-bukanlah-solusi-bila-pemilihan-langsung-diganti-ke-pemilihan-di-mpr\/","title":{"rendered":"Ibu Megawati Nilai Walau Ada Anomali di Pilpres 2024, Bukanlah Solusi Bila Pemilihan Langsung Diganti ke Pemilihan di MPR"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"685\" src=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2-1024x685.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3247\" srcset=\"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2-1024x685.jpeg 1024w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2-300x201.jpeg 300w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2-768x514.jpeg 768w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2-1536x1027.jpeg 1536w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2-18x12.jpeg 18w, https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/I48qBFiJrr1716552640-2.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri menyoroti soal anomali demokrasi yang terjadi pada proses politik saat ini. Walau terjadi anomali, Megawati menyatakan bahwa mencabut mekanisme pemilihan langsung dan mengganti ke pemilihan di MPR adalah solusi.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Megawati, dalam menghadapi anomali demokrasi saat ini, solusinya bukan mencabut atau menarik hak rakyat yang berdaulat. Termasuk jika ada suara yang mendorong mengembalikan kembali hak memilih presiden\/wakil presiden kepada lembaga MPR RI.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenghadapi berbagai anomali demokrasi tersebut, tentu pilihannya bukanlah dengan mencabut hak rakyat, dan mengembalikannya ke dalam tangan MPR RI. Pilihan yang lebih bijak adalah percaya pada adagium Vox Populi Vox Dei,\u201d kata Megawati, saat menyampaikan pidato politiknya di pembukaan Rakernas V Partai PDI Perjuangan di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24\/5\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBahwa suara rakyat adalah suara Tuhan,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Kelima RI ini justru mengingatkan pihak-pihak yang telah mengaburkan kekuatan \u2018suara rakyat adalah suara Tuhan\u2019 tersebut. Ia mengutip sebuah pribahasa, dimana hal itu juga tertuang dalam perenungan seni karya budayawan Butet Kartaredjasa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa Menabur Angin Akan Menuai Badai, ataupun dalam berbagai ekspresi: \u2018Milik Nggendong Lali\u2019 yang menjadi&nbsp; tema perenungan sosok seniman Butet Kartaredjasa,\u201d jelas Megawati.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri menyoroti soal anomali demokrasi yang terjadi pada proses politik saat ini. Walau terjadi anomali, Megawati menyatakan bahwa mencabut mekanisme pemilihan langsung dan mengganti ke pemilihan di MPR adalah solusi. Menurut Megawati, dalam menghadapi anomali demokrasi saat ini, solusinya bukan mencabut atau menarik hak rakyat yang berdaulat. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3247,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"content_type":[],"class_list":["post-3244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3248,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3244\/revisions\/3248"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3244"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=3244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}