{"id":3410,"date":"2024-07-31T13:52:32","date_gmt":"2024-07-31T06:52:32","guid":{"rendered":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/?p=3410"},"modified":"2024-07-31T14:05:15","modified_gmt":"2024-07-31T07:05:15","slug":"berhadiah-ratusan-juta-bkn-pdi-perjuangan-gelar-festival-desa-ke-4-dengan-menghadirkan-lomba-desa-wisata-dan-musik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/berhadiah-ratusan-juta-bkn-pdi-perjuangan-gelar-festival-desa-ke-4-dengan-menghadirkan-lomba-desa-wisata-dan-musik\/","title":{"rendered":"Berhadiah Ratusan Juta, BKN PDI Perjuangan Gelar Festival Desa Ke-4 dengan Menghadirkan Lomba Desa Wisata dan Musik"},"content":{"rendered":"<p>Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan kembali menggelar Festival Desa ke-4 di tahun 2024. Festival Desa ke-4 ini menghadirkan perlombaan dengan dua kategori yakni kategori musik dan desa wisata dengan total hadiah ratusan juta rupiah serta\u00a0memperebutkan Piala Megawati: Kawal Pancasila dari Desa. Pendaftaran lomba dibuka mulai 1 Agustus hingga 5 Oktober 2024.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan Rano Karno menuturkan Festival Desa Ke-4 ini bertujuan untuk mengangkat kekayaan budaya, musik tradisional, keindahan dan keunikan alam, serta kearifan lokal yang ada di setiap daerah. Karena itu tema yang digunakan festival desa tahun 2024 yakni \u201cPesona Desa: Nada dan Wisata dalam Lensa.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap daerah punya nada (musik tradisional) dan potensi wisata, jadi ini dapat menggugah dan mencintai budaya kita, juga melestarikan dan juga kita mempromosikan. Itu tujuan utamanya,\u201d kata Rano Karno saat Launching Festival Desa Ke-4 \u201cRakor Tiga Pilar Partai PDI Perjuangan,\u201d di Kantor DPP PDI Perjuangan Gedung B, Senin (30\/7\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Rano Karno, Festival Desa ke-4 BKN PDI Perjuangan tahun 2024 ini menjadi ajang anak muda dalam menyalurkan ide untuk mengeksplorasi berbagai potensi desanya yang dibuat dalam bentuk tayangan video. Sebagaimana ketentuan video yang dilombakan di masing-masing kategori yakni, kategori musik berbentuk video klip dan kategori desa wisata berupa video feature dengan durasi 15-30 menit.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMembuat video dengan durasi pendek itu tidaklah mudah, karena bagaimana dalam waktu \u2018<em>second<\/em>\u2019 penonton bisa paham video apa itu. Itu nggak mudah. Inilah harapan saya teman-teman dan anak-anak di daerah dapat meng-<em>create<\/em> ide berbagai potensi desa dan musik tradisionalnya yang dibuat dalam video pendek,\u201d kata Rano Karno.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala BKN PDI Perjuangan Aria Bima menyampaikan kegiatan Festival Desa Ke-4 BKN PDI Perjuangan wajib diikuti dan didukung oleh tiga pilar partai yakni, struktural DPP, DPD, DPC hingga tingkatan ranti partai PDI Perjuangan. Selain itu, kegiatan ini didukung juga oleh anggota legislatif DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten\/kota PDI Perjuangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJuga didukung oleh calon kepala daerah, gubernur, walikota, bupati dari kader partai PDI Perjuangan, serta sayap dan badan-badan partai,\u201d kata Aria Bima saat membaca keputusan Rakor Tiga Pilar Partai PDI Perjuangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Aria Bima mengatakan Festival Desa Ke-4 ini diharapkan akan menjadi inspirasi bagi anak muda untuk mengembangkan potensi desa di tiap daerah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cFestival Desa ini akan membagikan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang tunai senilai ratusan juta rupiah,\u201d kata Aria Bima.&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan kembali menggelar Festival Desa ke-4 di tahun 2024. Festival Desa ke-4 ini menghadirkan perlombaan dengan dua kategori yakni kategori musik dan desa wisata dengan total hadiah ratusan juta rupiah serta\u00a0memperebutkan Piala Megawati: Kawal Pancasila dari Desa. Pendaftaran lomba dibuka mulai 1 Agustus hingga 5 Oktober 2024.\u00a0\u00a0 Ketua DPP PDI [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3414,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"content_type":[],"class_list":["post-3410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3410"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3420,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3410\/revisions\/3420"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3410"},{"taxonomy":"content_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/bknpdiperjuangan.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/content_type?post=3410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}